Menu

Mode Gelap
Serangan Israel di Gaza: 112 Warga Tewas dan 157 Luka-luka dalam 24 Jam Terakhir Israel Menembaki Warga Palestina yang Sedang Menunggu Bantuan Kemanusiaan Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti Lebih Dari 20 Warga Palestina Syahid Akibat Serangan Udara Israel di Kamp Nusairat Jurnalis dan Dokter dari RS Nasser Jadi Target Penyerangan Israel

Eropa · 13 Feb 2024 09:52 WIB

Protes Massal di Inggris Karena Serangan Israel di Rafah


 Foto: eye.on.palestine Perbesar

Foto: eye.on.palestine

KabarPalestina.com – Protes massal di Inggris terjadi pada Selasa (13/02/24), demi menunjukan rasa simpati sekaligus merasa miris karena Israel menyerang penduduk di Rafah dengan begitu sengit.

Pengeboman terus terjadi bahkan menyerang tempat-tempat yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para pengungsi. Wilayah Rafah sendiri menjadi salah satu tempat yang Israel ucapkan sebagai tempat yang aman, merupakan tempat berlindung bagi kurang lebih 1 juta warga Gaza.

Namun kenyataannya Israel terus menyerang penduduk dengan serangan udara menjatuhkan bom-bom dan menewaskan banyak orang. Hal ini mengakibatkan massa di Inggris kembali turun kejalan untuk melakukan aksi protes.

Protes Massal di Inggris di Downing Street

Aksi demonstrasi ini untuk menunjukan bahwa warga Inggris mendukung warga Palestina di Rafah dan meminta gencatan senjata di Gaza. Setelah terjadinya pembantaian mengerikan yang Israel lakukan dengan mengebom beberapa wilayah.

Selain itu warga juga meminta untuk melepaskan Inggris dari keterlibatan dalam pembantaian mengerikan yang Israel lakukan. Meminta agar gencatan senjata harus segera dilakukan.

Menlu Inggris yakni David Cameron sendiri merasa miris dengan rencana serangan darat Israel di Rafah, hal ini kami kutip dari Kompas.com. Keterangan menyebutkan serangan yang terjadi di Rafah merupakan sebuah permulaan. Dari adanya rencana serangan darat akan Israel lancarkan sesegera mungkin dengan tujuan menghancurkan Hamas.

Menlu Inggris menilai seharusnya prioritas saat ini adalah jeda, untuk mengirimkan bantuan juga menyelamatkan sandera. Harus diikuti dengan gencatan senjata berkelanjutan serta permanen.

Selain itu, sekutu dari Israel yakni AS, Jerman serta lainnya sudah memberikan peringatan pada Netanyahu atas rencana serangan darat tersebut. Serta memberi peringatan akan adanya bencana kemanusiaan lainnya.

Aksi prihatin ini hanyalah omongan belaka, sebab yang terlihat para sekutu juga membiarkan bahkan membiayai serangan tersebut.

Israel dan sekutunya Inggris, AS, Jerman dan lainnya harus segera menghentikan serangannya. Melakukan gencatan senjata sesegera mungkin agar penduduk Palestina tidak lagi menjadi korban. Dunia harus bersuara, menyuarakan keadilan.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Memilukan! Anak-anak Palestina Mencari Makan di Tempat Sampah

19 Februari 2024 - 13:50 WIB

Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti

19 Februari 2024 - 13:41 WIB

Pemuda Palestina Alami Luka Karena Ditabrak Tank Israel

18 Februari 2024 - 10:29 WIB

Anak-anak Palestina Jadi Korban Akibat Ledakan Bom Israel di Gaza Tengah

18 Februari 2024 - 10:23 WIB

Lebih Dari 20 Warga Palestina Syahid Akibat Serangan Udara Israel di Kamp Nusairat

18 Februari 2024 - 10:18 WIB

Seorang Pemuda Palestina Memohon Pertolongan, Kondisinya Terjepit Reruntuhan

17 Februari 2024 - 09:54 WIB

Trending di Gaza