Menu

Mode Gelap
Serangan Israel di Gaza: 112 Warga Tewas dan 157 Luka-luka dalam 24 Jam Terakhir Israel Menembaki Warga Palestina yang Sedang Menunggu Bantuan Kemanusiaan Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti Lebih Dari 20 Warga Palestina Syahid Akibat Serangan Udara Israel di Kamp Nusairat Jurnalis dan Dokter dari RS Nasser Jadi Target Penyerangan Israel

Gaza · 31 Jan 2024 10:21 WIB

Krisis Kemanusiaan di Rafah, Penduduk Palestina Kelaparan dan Terlantar


 Foto: Red Stream Net Perbesar

Foto: Red Stream Net

KabarPalestina.comTerjadi krisis kemanusiaan di Rafah lebih dari 1 juta orang Palestina mengalami kondisi krisis akibat perang yang terjadi. Hassan R Esdodi jurnalis dari Red Stream net mengungkapkan bagaimana kondisi terkini di Rafah, (31/01/24).

Dalam proses pemindahan paksa oleh Israel pada penduduk Palestina, zionis memerintahkan penduduk yang terlantar untuk dievakuasi sekali lagi. Perintah tersebut mereka bagikan melalui selebaran militer.

Hal ini sebagai upaya untuk menghindari ancaman jiwa karena adanya pengeboman, kelaparan, serta kondisi musim dingin. Namun di Rafah, penduduk mengalami krisis bencana bahkan kekurangan kebutuhan pokok.

Krisis Kemanusiaan di Rafah

Berdasarkan angka yang PBB catat kurang lebih 1.9 juta orang Palestina sudah terlantar sejak perang meledak dan sebagian besarnya terdampar di Rafah. Pemindahan yang Israel lakukan setelah menghancurkan bangunan serta membunuh banyak orang dilakukan secara paksa.

Pemindahan ini zionis lakukan secara sistematis mendorong hampir seluruh penduduk Gaza ke perbatasan Mesir. Dengan adanya hal ini menimbulkan kekhawatiran, bahwa Israel akan mengusir jutaan orang dari wilayah tersebut.

Hassan membuka video tersebut, dengan mengajak kita membicarakan krisis kemanusiaan yang terjadi pada penduduk Palestina.

“Mari kita berbicara tentang krisis kemanusiaan di Rafah. Kami pikir kami akan aman di sini, tempat yang Israel klaim sebagai tempat yang aman oleh IDF, tapi kami salah.”

“Tentara israel telah melakukan beberapa serangan udara di rafah dan membunuh lebih banyak orang, membunuh lebih banyak anak-anak, dan wanita. Yang pasti tidak ada tempat yang aman pada jalur gaza.”

“Jadi setelah idf, yang memiliki julukan “tentara moral”, memerintahkan lebih dari 1 jt penduduk untuk mengungsi ke daerah tengah atau jalur gaza dan meninggalkan kota gaza. Mereka kembali diperintahkan untuk mengungsi lebih jauh ke arah selatan menuju Rafah. Rafah telah menjadi kota terpadat di dunia. dengan krisis kemanusiaan terburuk.”

Krisis kemanusiaan yang terjadi seharusnya menjadi alasan mengapa zionis harus segera berhenti dan mendapat hukuman seberat-beratnya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Memilukan! Anak-anak Palestina Mencari Makan di Tempat Sampah

19 Februari 2024 - 13:50 WIB

Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti

19 Februari 2024 - 13:41 WIB

Pemuda Palestina Alami Luka Karena Ditabrak Tank Israel

18 Februari 2024 - 10:29 WIB

Anak-anak Palestina Jadi Korban Akibat Ledakan Bom Israel di Gaza Tengah

18 Februari 2024 - 10:23 WIB

Lebih Dari 20 Warga Palestina Syahid Akibat Serangan Udara Israel di Kamp Nusairat

18 Februari 2024 - 10:18 WIB

Seorang Pemuda Palestina Memohon Pertolongan, Kondisinya Terjepit Reruntuhan

17 Februari 2024 - 09:54 WIB

Trending di Gaza