Menu

Mode Gelap
Serangan Israel di Gaza: 112 Warga Tewas dan 157 Luka-luka dalam 24 Jam Terakhir Israel Menembaki Warga Palestina yang Sedang Menunggu Bantuan Kemanusiaan Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti Lebih Dari 20 Warga Palestina Syahid Akibat Serangan Udara Israel di Kamp Nusairat Jurnalis dan Dokter dari RS Nasser Jadi Target Penyerangan Israel

Al-Aqsa · 22 Des 2023 14:44 WIB

Israel Tidak Memiliki Rencana Setelah Memerangi Gaza dan Ada Faktor Politik Pribadi


 Foto: suarapalestina.com Perbesar

Foto: suarapalestina.com

KabarPalestina.com Israel tidak memiliki rencana lanjutan setelah berhari-hari bahkan berpuluh tahun lamanya melakukan penyerangan ke Gaza. Bagian terpenting dari Israel mendiskusikan hal tersebut.

Saling melampar pandangan satu sama lain, memikirikan apa yang akan mereka lakukan setelah peperangan tersebut terjadi. Melansir dari situs resmi Middle East Eye, percakapan tersebut tampak serius.

Israel Tidak Memiliki Rencana Setelahnya

Ben Gvir selaku pemimpin sayap kanan dari partai Kekuatan Yahudi, terlihat turun tangan dan menuduh Halevi. Dengan menegaskan mereka harus tetap di Gaza meski perang sudah berakhir.

Sebelum Netanyahu turun tanagna, kepala staff juga membalas perkataan tersebut. “Apakah kamu melihat saya?” pertanyaan itu ia lontarkan pada Ben Gvir, kemudian perdana menteri Netanyahu menyaut

 

“Lihat saya, bukan dia.”

 

Memang seharusnya mereka semua melihat ke arah perdana menteri serta orang-orang yang pernah terlibat dalam kepentingan politik untuk kepentingan pribadi menjaga peperangan tetap berjalan.

 

Bahkan meski sudah menewaskan 20.000 penduduk palestina, juga 137 tentara Israel peperangan harus tetap berjalan. Dan dalam diskusi yang terjadi antara mantan diplomat yang diwawancarai oleh Middle East Eye,mereka sepakat netanyahu tidak mempunyai rencana untuk ahri selanjutnya.

Karena operasi militer yang terjadi di Gaza, tidak dapat dipulihkan oleh pemerintahan mereka ‘Operasi Shalom Bibi’.

Adanya Dorongan Kebutuhan Politik

Karena pada dasarnya strategi Israel di Gaza mendapat dorongan politik Perdana Menteri Dr Assaf David, selaku direktur program Israel di Timur Tengah, Van Leer Jerusalem Institute. David bercanda bahwa perang yang terjadi di Lebanon tahun 1982.

Dulunya dikenal sebagai Shalom HaGalil, seharusnya bernama konflik Operasi Shalom Bibi panggilan umum untuk Netanyahu. David juga mengungkapkan semuanya akan berbeda jika yang memimpin Israel  adalah Benny Gantz.

Proses politik akan dimulai setelah perang berakhir, yang mana Israel akan meninggalkan tentaranya di utara tapi memberi uang pada Amerika juga Palestina. Dan melakukan pertukaran tahanan dengan Palestina, ini hanya perkiraannya. Namun itu bukan masalahnya, Netanyahu melakukannya untuk mempertahankan hidupnya.

 

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Serangan Israel di Gaza: 112 Warga Tewas dan 157 Luka-luka dalam 24 Jam Terakhir

19 Februari 2024 - 15:28 WIB

Serangan Israel di Gaza

Israel Menembaki Warga Palestina yang Sedang Menunggu Bantuan Kemanusiaan

19 Februari 2024 - 13:55 WIB

Memilukan! Anak-anak Palestina Mencari Makan di Tempat Sampah

19 Februari 2024 - 13:50 WIB

Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti

19 Februari 2024 - 13:41 WIB

Pemuda Palestina Alami Luka Karena Ditabrak Tank Israel

18 Februari 2024 - 10:29 WIB

Anak-anak Palestina Jadi Korban Akibat Ledakan Bom Israel di Gaza Tengah

18 Februari 2024 - 10:23 WIB

Trending di Anak-anak