Menu

Mode Gelap
Serangan Israel di Gaza: 112 Warga Tewas dan 157 Luka-luka dalam 24 Jam Terakhir Israel Menembaki Warga Palestina yang Sedang Menunggu Bantuan Kemanusiaan Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti Lebih Dari 20 Warga Palestina Syahid Akibat Serangan Udara Israel di Kamp Nusairat Jurnalis dan Dokter dari RS Nasser Jadi Target Penyerangan Israel

Anak-anak · 16 Des 2023 07:12 WIB

Kesaksian Tawanan Israel: Perlakuan Baik dari Hamas Selama Penahanan di Gaza


 Warga Israel dibebaskan HAMAS Perbesar

Warga Israel dibebaskan HAMAS

KabarPalestina.com  – Dilansir dari New York Times (15 Desember 2023), tawanan Israel yang dibebaskan dari Gaza, Shin Goldstein Almog, memberikan kesaksian mengenai perlakuan baik yang diterimanya dari pihak Hamas. Almog, warga Israel yang tinggal di permukiman Kibbutz dekat Gaza, ia ditawan dalam serangan Toufan Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.

Selama masa tawanan, Almog mengungkapkan bahwa dirinya dan tiga anaknya diperlakukan dengan baik oleh Hamas, tanpa kekerasan fisik atau perilaku kasar. Mereka tinggal di berbagai tempat, termasuk flat di Gaza, terowongan bawah tanah, masjid, dan bahkan di bawah reruntuhan supermarket. Almog menyatakan bahwa ketakutannya terutama terkait dengan serangan udara Israel.

Menurutnya, komandan Hamas yang berpendidikan dapat berbicara dalam bahasa Ibrani, dan anak-anaknya diajari 250 kata dalam bahasa Arab serta diberikan buku pelajaran. Seorang anggota Hamas bahkan meminta maaf atas pembunuhan suami dan salah satu anak Almog yang dilakukan oleh rekan prajuritnya, menyebutnya sebagai kesalahan yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an.

Almog dibebaskan melalui perjanjian pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas, yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar pada November lalu. Sebelum pembebasan, Almog disarankan untuk pindah dari permukiman di sekitar Gaza ke wilayah yang lebih jauh di utara, sebagai tindakan pencegahan.

Pembebasan tawanan oleh HAMAS

Pertukaran Tawanan antara Hamas dan Israel

Channel 12 dari Israel melaporkan bahwa para tawanan yang dibebaskan tidak mengalami penyiksaan atau perlakuan buruk. Meskipun mereka menerima makanan dalam jumlah terbatas, saluran tersebut mencatat bahwa dalam dua pekan terakhir, Gaza hampir kehabisan bahan makanan, membuat mereka harus bertahan dengan sedikit nasi, yang menyebabkan kelaparan.

Israel belum mengizinkan para tawanan untuk berbicara dengan media, tetapi beberapa kerabat telah memberikan kesaksian tanpa menyebutkan nama mereka. Para tawanan di Gaza diizinkan mendengarkan saluran radio Israel. Seorang dokter Israel yang memeriksa mereka mengungkapkan bahwa mereka bergantung pada nasi, kacang-kacangan, dan roti, dan beberapa di antara mereka mengalami penurunan berat badan yang signifikan.

Pada 24 November 2023, jeda kemanusiaan antara Israel dan faksi-faksi Palestina mulai berlaku, mencakup pembebasan 50 tawanan Israel dari Gaza dalam pertukaran dengan pembebasan 150 warga Palestina. Perjanjian tersebut juga melibatkan masuknya ratusan truk bantuan kemanusiaan, bantuan medis, dan bahan bakar ke seluruh wilayah Jalur Gaza.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Serangan Israel di Gaza: 112 Warga Tewas dan 157 Luka-luka dalam 24 Jam Terakhir

19 Februari 2024 - 15:28 WIB

Serangan Israel di Gaza

Israel Menembaki Warga Palestina yang Sedang Menunggu Bantuan Kemanusiaan

19 Februari 2024 - 13:55 WIB

Memilukan! Anak-anak Palestina Mencari Makan di Tempat Sampah

19 Februari 2024 - 13:50 WIB

Sulitnya Bantuan, Warga Palestina Terpaksa Giling Pakan Ternak untuk Membuat Roti

19 Februari 2024 - 13:41 WIB

Pemuda Palestina Alami Luka Karena Ditabrak Tank Israel

18 Februari 2024 - 10:29 WIB

Anak-anak Palestina Jadi Korban Akibat Ledakan Bom Israel di Gaza Tengah

18 Februari 2024 - 10:23 WIB

Trending di Anak-anak